Sunday, August 16, 2009

“You can buy almost anything in Dubai, and now You can buy a friend !!”


Ada sebuah tren yang muncul belakangan di Dubai. Yaitu sebuah jasa penyaluran TEMAN. Jasa ini hanya diperuntukan bagi perempuan yang membutuhkan teman di Dubai. Harga yang di tawarkan mulai dari 800 dirham atau kira-kira dua juta rupiah perhari untuk menemani belanja di mal dan ngobrol sambil minum kopi. Jasa penyaluran TEMAN EKSLUSIF atau ‘Exlusively yours’ ini harganya dapat bervariasi tergantung permintaan dari klien.

Tujuan usaha ini professional. May Russel sebagai pemilik dan menejernya mengatakan bahwa banyak para pebisnis yang datang ke Dubai mengajak istri mereka dan tidak dapat menemani sang istri berkeliling karena bekerja. Sementara itu, sebagai pendatang baru, tidak mudah untuk menemukan teman yang dapat dipercaya untuk menemani. Jasa inilah bisa dijadikan alternatif yang aman.

Tidak hanya itu, jasa ini juga melayani para perempuan yang hidupnya kesepian. Sebagai kota besar yang sedang pesat membangun, dimana orang banyak disibukkan oleh pekerjaan, hingga tidak ada waktu berteman, jasa ini pun salah satu cara mengatasinya. Dan banyak alasan lain yang mendasari usaha ini di jalankan.

Meskipun industri ini relatif baru di Dubai, namun ini lumrah berlaku di kota-kota besar di Amerka. Jasa ini dinamakan the female chaperone service. Bagi perempuan yang ingin datang ke sini dan membutuhkan TEMAN, bisa kunjungi websitenya di www.eyint.com

Mengapa usaha ini hanya diperuntukkan bagi perempuan, sebab kota ini memang tidak terlalu ramah terutama terhadap perempuan. Untuk tidak mengeneralisasi, banyak fakta yang menunjukkan keadaan dimana perempuan masih begitu rentan berjalan sendirian di tempat-tempat tertentu termasuk pergi dengan jasa taksi.

Selanjutnya, tentu saja informasi ini hanya berlaku bagi mereka yang berkantong tebal. Kondisi dimana orang butuh teman, kesepian, malu, takut, adalah keadaan alamiah manusia tak terkecuali mereka yang hidupnya pas-pasan. Lalu bagaimana bila mereka tidak sanggup menyewa sebuah jasa TEMAN EKSLUSIF ini? Tidak usah gelisah. Percayakan pada diri sendiri untuk mengatasinya. Masih banyak cara untuk mengatasi rasa sepi, bosan, malu, takut dan lain-lain meskipun dalam keadaan kantong yang pas-pasan. Tidak semua hal dapat dibeli dengan uang. Apalagi membeli seorang teman. Uang bukanlah segalanya.

Aku jadi ingat, suatu hari aku pernah mempunyai pekerjaan sampingan sebagai TEMAN perempuan lokal. Sebagai seorang muslim konservatif, Ia tidak diperbolehkan berjalan jauh sendirian. Ia pun mempercayaiku untuk menemaninya. Hingga saat ini aku tidak pernah tahu rupa wajahnya karena selalu ditutupi cadar. Seluruh pakaiannya hitam yang lazimnya dinamakan abaya. Kami bertemu secara tidak sengaja saat ia berkunjung ke restoranku. Saat itu aku tidak berniat menjadi TEMAN perjalanannya. Aku hanya menawarkan diri untuk mencarikan TEMAN untuknya melalui teman-temanku. Sebab saat itu aku berpikir pekerjaan ini pasti membosankan.

Saat aku menawari teman-temanku untuk pekerjaan ini di sela-sela hari libur mereka, awalnya mereka antusias tapi kemudian mereka merasa ragu saat tahu bahwa pekerjaan mereka hanya menemani sang nyonya selama perjalanan. Rata-rata temanku itu non muslim dan bagi mereka tradisi berbusana yang dikenakan sang nyonya ini aneh meskipun tidak bagiku. Bukan hanya caranya berpakaian namun alasan menemani ini pun buat mereka terdengar aneh. Meskipun pada akhirnya mereka mengerti saat kujelaskan. Akan tetapi bukan berarti mereka menerima pekerjaan ini. Apa boleh buat, akulah yang jadi teman sang nyonya ini pada akhirnya.

Ada banyak hal menarik yang tidak dapat kuceritakan secara khusus di sini bagaimana bentuk perTEMANan kami. Singkatnya, karena ia butuh TEMAN yang bisa di panggilnya setiap saat ia melakukan perjalanan, dan akupun tidak selalu punya waktu untuk menemaninya ( hanya hari libur ), perTEMANan kamipun hanya berlangsung beberapa saat. Yang aku tahu hanya namanya dan nomor telepon. Mungkin kalau suatu saat kami berpapasan di suatu tempat, aku tidak dapat mengenalinya. Hanya ia yang mengenaliku. Kadang-kadang lucu juga kalau ingat itu.

Lalu bagaimana bila rasa bosan dan sepi hinggap atau kadang-kadang merasa takut sendiri ?

Aku hanya bisa menggambarkan secara umum. Hal yang paling mendasari untuk melakukan sesuatu apapun itu adalah tujuan. Tentukan tujuan utama kita. Biasanya adalah untuk memperoleh lebih banyak uang dan pengalaman. Pertama kali aku berencana untuk bekerja dan tinggal di sini, hal yang aku siapkan sejak awal adalah informasi tentang hal yang terkait dengan tempat yang aku diami saat ini. Mulai dari budaya, masyarakatnya, detail pekerjaan, peraturan-peraturan, dan lain-lain.

Kedua, mental. Setelah mengetahui dengan jelas informasi yang dibutuhkan, siapkanlah mental yang positif. Buatlah serangkaian alternatif positif yang bisa dijadikan antisipasi bila hal-hal tidak menyenangkan terjadi.

Mental yang positif diantaranya respek. Jangan berusaha menghakimi sesuatu yang tampak berbeda dengan apa yang biasa kita pahami. Berusaha untuk berpikir terbuka terhadap orang lain yang berbeda. Belajarlah untuk fleksibel.

Hal yang membuat kita merasa bosan adalah tujuan hidup yang kabur. Biasanya lingkungan pergaulan mempunyai pengaruh yang kuat atas cara berpikir kita dan atas setiap keputusan yang kita ambil. Berusahalah untuk tidak terpengaruh dan bangunlah rasa percaya dengan kemampuan diri sendiri untuk dapat mengubah keadaan betapapun buruknya. Tentu saja dalam prosesnya ini tidak mudah. Satu persatu teman kita biasanya pergi entah karena alasan ketidakcocokan dengan cara berpikir kita atau karena tidak tahan dengan cobaan hidup yang dialami.

Hal yang juga sangat penting untuk menjadi bekal bekerja di negeri orang adalah keterampilan. Jangan pernah sekali-kali pergi bekerja ke luar negeri tanpa memiliki keterampilan yang jelas. Terutama keterampilan bahasa. Persiapkan segala sesuatunya dengan matang. Dan jangan pernah berhenti belajar, berpikir kreatif, dan tekun.

Terakhir, berapapun penghasilan kita, Menabunglah. Menabunglah. Menabunglah. Tidak semua orang beruntung dalam hidup dan pekerjaan mereka. Tapi bukan berarti harapan hidup kedepan yang lebih baik terkunci. Membiasakan diri menabung adalah menanamkan harapan hidup di masa depan. Orang yang tidak biasa menabung artinya orang yang tidak yakin akan masa depannya. Kalau tidak yakin dengan masa depan yang lebih baik, janganlah menciptakan mimpi apapun di benak kita. Sebab percuma saja. Mimpi itu tidak akan menjadi nyata. Ini hanya masalah pilihan keyakinan.

Mencari teman sebetulnya gampang-gampang susah. Aku mempunyai kategori dalam mengelompokkan orang-orang yang kukenal. Ada teman bekerja, ada teman kamar, ada temannya teman, dll. Tapi teman yang memiliki pola berpikir yang sama inilah yang sulit. Ada banyak cara untuk sekedar menambah teman pergaulan diantaranya bergabung dengan kegiatan arisan atau amal yang juga banyak diadakan di Dubai. Memang biasanya ini buat mereka yang berkantong cukup lumayan. Atau juga kamu bisa bergabung dengan berbagai kelompok pecinta olahraga seperti sepeda, jogging, dll. Bergabung dengan kegiatan seperti ini lebih natural untuk menemukan teman dan tidak perlu keluar biaya yang terlalu banyak dari pada menyewa jasa di atas. Sebab bagi yang berkantong tebal yang sanggup menyewa jasa TEMAN INSTAN ini, bukan berarti persoalan mereka berhenti sampai di situ. Sebab TEMAN EKSLUSIF itu bukanlah teman yang sebetulnya kita butuhkan. Lebih dari itu,Jiwa kitalah teman sejati kita. Rawatlah jiwa itu, dan janganlah membiarkan jiwa itu pergi dari diri kita. 

1 comment:

  1. waduh mahal banget 1 hari 2juta, nyari teman wanita indo bisa g ya? hehe

    ReplyDelete