Dua malam yang lalu pemilik flatku bertanya apakah aku besoknya libur? Dia bilang esok hari, tepatnya tanggal 14 januari semua jalur jalan akan ditutup. Semua kegiatan kantor libur. Sekitar tiga hari yang lalu, temanku asal Myanmar yang bekerja di kawasan Mall of Emirate sebagai seorang beauty consultant bilang bahwa minggu ini Ia punya libur dua hari. Pada saat itu aku tanyakan kenapa dua hari, tapi Ia sendiri tidak tahu.
Karena minggu ini jadwalku pagi, pada tanggal 14 itu, pagi-pagi sekali aku sudah bangun dan seperti biasa menunggu jemputan dalam balutan angin pagi musim dingin dan derasnya hujan pagi itu. Kami melewati jalur yang tidak biasa karena jalur utama sudah ditutup. Barikade polisi lalu lintas memagari jalan kami. Kami pun memutar arah dan mencoba jalur lain. Dan tetap sama. Banyak jalur kami lewati dan hasilnya nol. Kami kembali pulang. jam 6.20 aku keluar gedung, sedikit berjalan karena mobil jemputan tidak mau memasuki area gedung tempatku tinggal. satu jam empat puluh lima menit kami habiskan di jalan yang seharusnya jarak tempuh tempatku bekerja hanya 30 menit pulang pergi.
Restoran kami tidak jadi buka. Kami tidak menemukan jalan yang kosong dari penjagaan. Managerku kecewa, sebab insting bisnisnya untuk memperoleh pendapatan lebih sebagaimana perkiraannya, terpaksa sia-sia. Dari informasi televisi, beberapa jalur utama lalu lintas akan serempak ditutup pada tepat jam 8.00. nyatanya sejak jam 6.40 an, banyak jalur lintas utama yang sudah ditutup. Jalanan macet oleh kendaraan yang hendak melintas tapi terhalang petugas. Ada yang berbalik arah, ada yang berbelok ke arah yang lain, ada juga beberapa kendaraan yang turun dari mobil. dan berhadap-hadapan dengan petugas. Dari dalam mobil kuperhatikan mereka beradu argumentasi. Tampak wajah-wajah kecewa menghiasi mereka para pengguna jalan. Namun tampaknya sia-sia saja. Ada juga yang berbicara sambil menunjuk jam di tangannya. Barangkali penutupan jalan ini menghambat berbagai rencananya. Kenyataanya jadwal penutupan jalur lintas ini dimajukan tanpa konfirmasi pada public. Semua ini terjadi karena Presiden Amerika George W. Bush akan datang.
Luar biasa. Seorang Bush bisa menggoyang sehari berbagai rencana yang sudah dipersiapkan banyak orang. Ada yang mungkin hendak melahirkan terpaksa menahan sakit sebentar karena antrian mobil menuju arah rumah sakit tertahan petugas. Ada yang mungkin hendak mengejar pesawat untuk pulang menjenguk orang tua yang sudah sekarat atau koma, ada yang bertugas mengantar delivery makanan skala besar untuk restoran-restoran atau hotel atau supermarket, yang mungkin saja isinya kue-kue basah dan pastries ala restoranku seperti tart, cheese cake, roti, soup, terpaksa agak sedikit kurang sempurna karena keterlambatan di jalan. Seperti croissant yang jadi agak alot misalnya. Dan masih banyak lagi contoh yang lainnya. Ah Bush…Bush…gara-gara kamu minggu depan aku tidak akan dapat off. Karena pada hari kamu datang, kami tidak jadi masuk. Padahal, paginya aku tetap harus bangun, kehujanan, kedinginan, menunggu jemputan. Pada jam 4 sore, jalanan sudah kembali dibuka. Beruntung temanku yang kebagian shif siang, mereka punya kelonggaran waktu terlambat tapi tetap mendapatkan off minggu depan. Nasib…nasib….hheee…
Bush..Bush…
No comments:
Post a Comment