Tuesday, May 19, 2009

TentangKu


Namaku pitri. Pitri Handayani. Aku lahir di Sukabumi 26 tahun yang lalu. Kedua orang tuaku asli sunda. Ibuku berasal dari Bogor,sedang bapakku dari Ciamis. Saking sundanya tanpa sadar mereka memberiku nama di akte lahir Pitri. Bukan Fitri seperti nama-nama Fitri biasanya. Tapi itu semua tidak penting. Masa kecilku ku habiskan di Sukabumi. Masa kecil yang cukup menyenangkan tapi juga tidak terlalu memuaskan. Lulus Tsanawiyah aku dimasukkan ke pesantren di Sukabumi. Padahal, bukan cita-citaku masuk pesantren. Sehari sebelum masuk pesantren, Ibuku memberikan hukuman karena aku pulang telat. Padahal saat itu masih jam 6 petang. Dan esoknya, secara terpaksa, akupun jadi seorang santri. Lulus Aliyah, aku bingung. Aku ingin keluar dan berada jauh dari pantauan orang tua. IAIN satu-satunya pilihan yang diberikan orangtuaku untuk kumasuki. Dan selain itu, alasan ekonomi pun jadi pertimbangan. Karena pada saat aku masuk kuliah di IAIN, barangkali inilah satu-satunya perguruan tinggi negeri termurah di dunia. (he..) dan bagi mereka, orangtuaku, selama itu ada identitas agama, maka orangtuaku pasti mengijinkan. Awalnya aku memilih Bandung, tanpa tahu alasan kenapa Bandung yang kupilih. Tapi kemudian aku memilih Jakarta.

Saat-saat memasuki awal kuliah, tepatnya pada saat ingin menentukan jurusan, aku seperti anak hilang. Aku tidak tahu ingin masuk jurusan apa. Dan akhirnya aku memilih tarbiyah karena alasan yang sangat sederhana dan pragmatis. Bahwa aku hanyalah seorang perempuan yang profesinya tidak jauh dari mengajar seandainya suatu saat aku dituntut harus bekerja. Sangat sederhana waktu itu. Jurusan bahasa arabpun kupilih. Dan itupun untuk alasan yang sangat sederhana pula. Bahwa dengan bahasa arab, aku bisa memahami islam dengan detail berdasarkan rujukan klasik yang dimilikinya. that's it. tapi jalan hidup berbicara lain. Aku tidak suka dengan rutinitas perkuliahan yang membosankan. Aku tidak begitu dekat dengan teman-teman sekelas. Aku jarang kuliah. Hingga memasuki semester 6, aku mengalami titik dimana aku merasa sangat jenuh. Hingga aku berkenalan dengan sebuah forum studi di Ciputat bernama FORMACI. Disinilah turning point aku mengalami euphoria dalam menjalani fase hidupku yang kedua. Aku seakan lahir kembali menjadi seorang Pitri yang berbeda. Pitri yang baru. Aku begitu bangga dengan FORMACI saat itu dan sangat berterimakasih tuhan telah memberiku jalan bisa mengenalnya. Bagaimana lika-liku aku bergulat didalamnya, akan kuceritakan khusus nanti di Blog ini. Saat ini dan seperti sebelumnya, aku tidak pernah punya pekerjaan tetap. Aku pernah menjadi volunteer sebuah LSM hukum dan HAM di kawasan cikini kurang lebih 3 sampai 4 bulan. Aku juga pernah ikut menjadi surveyor untuk beberapa penelitian di Pusat Pengembangan Islam dan Masyarakat (PPIM) IAIN Ciputat dan juga untuk lembaga Survey Indonesia (LSI). Dan yang paling terbaru, sebagai guru bahasa Inggris selama kurang lebih dua setengah tahun di sebuah lembaga swasta untuk pelatihan bahasa inggris dan komputer. Selain sebagai staf pengajar di sana, aku juga pernah dua kali dipercaya sebagai koordinator program bahasa Inggris di dua cabang yang berbeda. Dan terakhir, saat ini aku bekerja sebagai server di sebuah restoran Belgia di Dubai.

Pada dasarnya aku senang berpetualang. Aku tidak bisa menetap dalam satu tempat atau bidang yang sama dalam kurun waktu yang panjang tanpa adanya sebuah tantangan. Aku senang berpindah dari satu tempat ke tempat baru yang lain. Belajar mengenal dunia satu dengan dunia yang lain. Bagiku, waktu terlalu berharga bila setiap hari hanya diisi dengan aktivitas yang itu-itu saja. Dan dengan semakin mengenal dunia dengan berbagai macam orang, aku berharap aku akan semakin bisa mengenal diriku dengan baik. Hanya itu pointnya dari sekian perjalanan yang mungkin kurencanakan.

Aku senang dengan kebebasan. Meskipun untuk meraihnya, aku harus selalu membayar mahal untuk itu semua; jauh dari keluarga, ditinggal pacar, dan tetap sendirian serta kadang kesepian. Meskipun, aku tidak pernah merasa hampa karenanya.

Entahlah, bertahun-tahun aku merasa hidupku hanya seperti sebuah boneka. Diatur, dibentuk, dan dikendalikan oleh sebuah lingkungan dan juga orang-orang yang justru kita cintai. Hingga pada satu titik aku sadar bahwa bukan itu yang aku mau. Bukan itu yang aku cari. Dan jadilah aku begini. Loncat dari satu titik ke titik lain, lari dari satu tempat ke tempat lain. Bahkan sebetulnya hingga saat ini pun, aku masih belum merasa bahwa 'inilah' yang aku mau untukku jalani. Dan aku pun cukup dibuat penasaran, kemana ending ini akan ku bawa….
Selamat menikmati blog-ku.

Semoga bermanfaat…

No comments:

Post a Comment