Semoga belum terlambat, selamat tahun baru buat para pengunjung blogku.Tahun baru kali ini sebagaimana tahun baru sebelumnya masih sama. Bedanya aku bertahun baru di Negara orang bersama teman-teman baru dan tentu saja lingkungan dan suasana baru. Di sini dingin dan sedang musim hujan. Ternyata Dubai bisa banjir juga!! Hee..hujan selalu punya kesan khusus buatku. Aku selalu menyukai bau hujan. Rasanya damai. Apalagi ketika airnya menyentuh tanah. Rasanya tanah dan aku satu darah daging. Meskipun dingin sekali, menikmati turunnya hujan di Dubai adalah kesan tersendiri buatku.
Pada tahun baru kali ini, tidak ada yang special secara yang biasa umumnya orang lakukan. Tiup terompet, jalan-jalan, party, atau beragam perayaan lainnya. Aku bisa saja membuat ini special meskipun dengan caraku sendiri. Tapi juga aku bisa membuat pergantian tahun ini biasa saja.
Semakin hari aku hanya semakin menyadari bahwa hidup ini singkat. Semakin hari aku semakin tidak ingin menyiakan-nyiakan waktu. Bagaimanapun keadaannya, aku harus selalu dapat menikmati hidup yang ku jalani. Setiap hari adalah istimewa. Setiap hari adalah sebuah pencapaian tertentu.
Sudah hampir genap 11 bulan aku tinggal di Dubai. Semakin hari aku semakin mengenal kawasan ini. Semakin hari aku semakin dapat menyesuaikan dan berkompromi dengan banyak situasi disini. Sejauh ini, alhamdulillah aku baik-baik saja. Kadang sepi melanda, kadang juga rasa bosan datang. Tapi aku selalu bisa mengatasinya dengan menghadirkan mimpi-mimpi yang ingin ku wujudkan satu persatu sebelum tiba saatnya Tuhan memanggilku. Lalu aku bangun lagi, tersenyum, dan menjalani hari-hari seperti biasa. Apa yang tidak membuatku jenuh adalah rasa ingin tahuku tentang banyak hal, dan justru aku tidak tahu apa yang menyebabkanku kadang-kadang timbul rasa bosan.
Suatu hari aku menelepon ibuku, aku bilang aku kangen makan mie ayam dan bubur ayam kesukaanku, kangen makan nasi panas, plus sayur asem, plus tempe goreng, sambel tomat, atau terasi, plus ikan asin. Wwuuuiiihh….yami banget. Apalagi di sini lagi musim dingin. Kadang hujan rintik seharian. Sebuah paket kenyamanan yang begitu indah. Hhmmm…apa boleh buat, aku harus berkompromi lagi. Disini tidak ada tempe. Ada di Karamah. Harus pakai bus untuk ke sana. Hanya ada Tahu. Akhirnya aku masak Tahu goreng, sambel tomat, ikan asin dan sayur sup pakai sosis. Lumayan…hee..
Pada setiap orang yang kukenal yang ku jumpai, selalu kutanyakan apa resolusi mereka di tahun ini. Jawabnya beragam. Mungkin aku bisa menyontek beberapa dari resolusi mereka. Nyatanya, aku punya resolusi sendiri. Ada 8 buah resolusi yang kubuat. Kenapa 8, tidak tahu. Bukan pula karena tahun ini 2008. Semua resolusi ini masih kurahasiakan. Sebelumnya aku tidak punya resolusi. Semuanya mengalir. Terus terang, baru kali ini aku punya resolusi. Dan resolusi yang ku buat cukup menantang bagiku.
Mempunyai resolusi menurutku bisa membuat hari-hari menjadi lebih hidup. Tidak monoton dan rutin. Hari-hari yang kita lalui memang harus selalu hidup dan layak dimaknai dan dirayakan. Sedih, senang, sepi, patah hati, jatuh cinta, patah hati lagi, sedih lagi, jatuh cinta lagi, senang lagi … hanya bagian dinamika hidup. Tidak ada kata menyerah. Semua itu justru membuat kita tambah kuat.
Kalau temanku bilang, sebesar apapun badai, sederas apapun hujan, ia yakin bahwa semakin dekat langkahnya pada takdir. Aku kira begitu. Apa itu takdir, menurutku diantaranya adalah kegelisahan dan kata hati yang selalu memanggil untuk diwujudkan. Kejarlah panggilan hati itu. Panggilan hati itu hanya kita yang merasakan. Kemanapun arah angin membawa, panggilan hati tidak akan mati. Ia selalu meminta kita untuk mewujukannya. Wujudkan itu. Selagi nafas masih bersatu dengan raga, jangan pernah memunculkan kata “tidak mungkin”….sekali lagi, selamat tahun baru dan selamat mewujudkan mimpi kita satu persatu…
No comments:
Post a Comment